Minggu, 27 Desember 2009

Smartbook Siap Bikin ‘Luntur’ Netbook



Demam komputer portabel dengan daya tahan baterai panjang akan melanda dunia. Perangkat smartbook akan masuk pasar dan membuat netbook Windows ketinggalan zaman.
Smartbook bercita-cita untuk menempatkan smartphone ke laptop. Perangkat ini mencoba mengangkat kesuksesan Apple iPhone atau handset Android ke perangkat yang lebih besar.
Dua perusahaan Freescale dan Qualcomm paling berharap menjadikan smartbook sebagai perangkat yang tidak cepat dilupakan. Bukti pertama smartbook itu akan muncul di Consumer Electronics Show pada Januari, di mana Lenovo bersama yang lain diharapkan akan menunjukkan desain smartbooknya.
Di tingkat yang lebih dalam, dua perusahaan itu mencoba secara substantif untuk membuat smartbook berbeda dari netbook. Qualcomm menilai perangkatnya itu sebagai smartphone besar yang membuat desktop Windows menjadi ketinggalan zaman.
“Sebuah netbook dalam pandangan kami hanyalah laptop murah yang menjalankan Windows. Kami melihat smartbook akan mengkanibal netbook,” kata Luis Pineda, Senior Vice President pemasaran dan manajemen produk Qualcomm.
CEO Qualcomm Paul Jacobs dengan bangga memamerkan smartbook Lenovo di sebuah acara analis awal bulan ini. Desain Lenovo itu lebih tipis dari netbook dan akan dijual lewat operator dan bukan lewat pengecer.
Jadi apakah DNA smartphone itu akan cukup untuk membuat konsumen tertarik? Ada yang skeptis. “Anda harus bertanya siapa yang peduli?” tanya Jeff Orr, analis senior perangkat mobile, di ABI Research. “Apakah memenuhi kebutuhan yang berbeda di pasar? Apakah itu akan mengubah harga dan konsumen akan terpikat? ”
Untuk saat ini smartbook hanya bisa dipandang dari masa pakai baterai. “Perangkat dengan prosesor ARM cenderung memiliki baterai lebih baik,” katanya, mengacu pada desain chip dasar Qualcomm dan Freescale yang lebih menguntungkan dibandingkan prosesor Intel Atom dalam netbook dari perusahaan seperti Hewlett-Packard, Dell, dan Toshiba.
Tetapi ia mengatakan tidak banyak melihat daya tarik bagi konsumen antara smartbook dan netbook. Freescale, tidak mengherankan jika tidak setuju. Di pameran CES, perusahaan itu akan menampilkan desain yang secara radikal berbeda dari netbook klasik yang berbentuk clamshell.
“Menurut kami … smartbook perlu terlihat berbeda dari netbook,” kata Glen Burchers, direktur pemasaran untuk segmen Freescale. “Satu hal yang kita pelajari adalah bahwa ketika pengguna akhir melihat desain clamshell harapan mereka adalah pengalaman Windows.”
Di Jepang, Sharp menjual smartbook NetWalker yang memiliki layar lima inci dan menggunakan prosesor Freescale ARM. “Ketika Anda melihatnya, bukan gadget seperti PC, jadi Anda tidak memiliki harapan bahwa itu adalah perangkat Window,” kata Burchers.
Namun sebagian besar generasi pertama dari smartbook, Burchers mengakui, akan memiliki desain seperti Netbook. Jadi, Freescale sedang mencari smartbook generasi kedua untuk melepaskan diri dari laptop tradisional.
“Data yang kami dapatkan dari pengguna akhir adalah bahwa clamshell tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pengguna akhir. Perangkat itu untuk orang-orang yang lebih muda. Delapan puluh persen akses internet dan hampir semua hiburan berbasis akses internet,” katanya.
Burchers mengatakan desain berbentuk tablet dan keyboard geser akan menjadi dua keunggulan dari smartbook generasi kedua. Ukuran layar akan berkisar antara lima dan tujuh inci.
Data dari ABI Research mendukung teori bahwa konsumen mengharapkan perangkat yang tampak berbeda. Jika orang membandingkan netbook dengan laptop, orang akan membandingkan smartbook dengan smartphone. “Perangkat itu bukan bagian dari pertimbangan yang sama,” imbuhnya.
Lalu apakah smartbook akan sukses? Paling tidak konsumen akan memiliki kesempatan untuk menguji smartbook mulai tahun depan. Burchers mengatakan akan ada delapan hingga dua belas “smartbooks kaliber tinggi” di rak-rak pengecer pada kuartal pertama tahun depan.
sumber

10 Aplikasi yang Booming di Masa Depan





Perusahaan riset Gartner mengeluarkan daftar 10 aplikasi mobile yang akan booming di masa depan, apalagi kian hari pangsa pasar pengguna internet bergerak terus berkembang.
Namun, dari daftar yang dikeluarkan Gartner tersebut tidak semuanya mengejutkan karena tidak semuanya tergolong aplikasi baru. Alasannya karena, teknologi yang diadopsi belum dipakai secara luas serta teknologinya masih mengalami pertumbuhan.
“Kami meramalkan banyak pemakai yang akan menggunakan tidak lebih dari lima aplikasi mobile saja. Namun, demikian, di masa depan aplikasi semakin maju sehingga menjadikanya sebagai ‘killer applications’,” ungkap Sandy Shen, Direktur Riset Gartner, seperti yang dikutip dari keterangan resminya, Kamis (26/11/2009).
Dan berikut daftar lengkap 10 aplikasi mobile di masa depan versi Gartner:
1. Money Transfer: Ini merujuk kepada orang-orang yang mengirim uang melalui pesan SMS. Seperti pembayaran via mobile, layanan ini memiliki lebih banyak daya tarik dalam pasar berkembang untuk saat ini.
2. Layanan berbasis lokasi: Perangkat berbasis lokasi seperti Global Positioning System (GPS) akan semakin populer di masa depan. Gartner mengatakan ini akan menjadi salah satu teknologi yang paling berkembang di masa depan, dengan basis pengguna yang tumbuh dari 96 juta pada 2009 menjadi 526 juta pada 2012.
3. Mesin Pencari: Mesin pencari di ponsel bukanlah hal yang baru, tetapi pada platform mobile, hal itu mungkin mendapatkan peningkatan lagi. Gartner meramalkan bahwa konsumen akan tergantung pada mesin pencari yang terkenal di desktop seperti, Google, Yahoo, dan Bing yang akan diformat melalui ponsel.
4. Mobile Browsing: Gartner Mengatakan bahwa teknologi akses internet selular akan banyak digunakan di masa depan dibandingkan suara. Tapi dalam catatan Gartner, kemampuan browsing di ponsel hanya 60 persen. Pada 2013, angka itu akan naik menjadi 80 persen.
5. Mobile Health Monitoring: Teknologi terbaru yang masih butuh waktu dalam mengembangkan pasar, pemantauan kesehatan secara mobile, menurut Gartner, masih terlalu dini untuk menuju semakin matang.
6. Pembayaran via Mobile: Seperti transfer via ponsel, pembayaran seperti ini turut berkembang dengan perubahan yang lebih cepat. Namun, bahkan sebagai layanan yang baru tumbuh, Gartner mengakui akan ada tantangan.
7. Near Field Communications (NFC): Fitur ini lebih populer di beberapa negara Eropa dan pasar Asia ketimbang di Amerika Serikat, karena NFC merupakan fitur standar pada banyak ponsel saat ini.
8. Mobile Advertising: Juga bukan hal baru namun tumbuh cepat, iklan di mobile adalah salah satu cara yang paling penting untuk mencetak uang pada konten ponsel. Total belanja iklan di mobile di tahun 2008 adalah USD530,2 juta dan itu akan tumbuh hingga USD7,5 miliar pada tahun 2012.
9. Mobile Instant Messaging: Gartner mengatakan Instant Messaging mempunyai pasar yang kondusif hingga masa depan.
10. Mobile Music: Jika mempunyai iPhone, tentu menjadi hal yang biasa. Namun, bagaimana dengan yang lain? Gartner mengatakan bahwa mulai melihat model-model baru yang inovatif di bidang ini dan model bundling.

Pengguna Facebook Indonesia Terbesar ke-7 di Dunia





Popularitas Facebook di Tanah Air benar-benar sudah mendigdaya. Tak tanggung-tanggung, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pengguna Facebook terbesar ke-7 di dunia.

Dikutip dari CheckFacebook, Senin (9/11/2009), Indonesia dikatakan telah memiliki 11.759.980 pengguna Facebook. Posisi Indonesia satu strip di bawah Italia yang memiliki 12.581.060 pengguna dan berada di posisi ke-6.

Amerika Serikat masih menjadi pemasok warga Facebook terbesar sejagad. Negeri Paman Sam itu tercatat memiliki 94.748.820 pengguna. Disusul Inggris di posisi kedua dengan 22.261.080 pengguna.
Sementara jika dilihat dari pertumbuhan tiap minggunya, Indonesia juga berhasil masuk 10 besar dalam daftar negara dengan memiliki pertumbuhan pengguna tercepat. Pada perhitungan terakhir misalnya, Indonesia berada di posisi ke-9 tercepat dengan presentase 6,84%.
Total pengguna Facebook sendiri saat ini sudah menembus angka 325 juta user di seluruh dunia. Melirik raihan tersebut, rasanya sulit bagi situs jejaring sosial lainnya untuk mengejar situs racikan Mark Zuckerberg itu.
Berikut adalah daftar negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia:
1. Amerika Serikat 94.748.820 (user)
2. Inggris 22.261.080
3. Turki 14.215.880
4. Prancis 13.396.760
5. Kanada 13.228.380
6. Italia 12.581.060
7. Indonesia 11.759.980
8. Spanyol 7.313.160
9. Australia 7.176.640
10. Filipina 6.991.040

5 Tahap Sederhana Menganalisis Virus Komputer






Pernahkah direpotkan oleh virus yang menyerang komputer Anda? Sementara update antivirus kita belum mampu mengenali program jahat yang mangacau tersebut. Mengapa tidak mencoba iseng-iseng menganalisis sendiri? Ini dia tahap sederhananya.
Adang Juhar Taufik, Senior Vaksinis Vaksincom dalam seminar Vaksincom bertempat di Ancol, Jumat (4/12/2009), memberi penjelasan betapa sederhananya tahapan analisis virus yang menyusup pada komputer bersistem operasi Windows, khususnya jika yang menyerang virus lokal.
“Untuk virus lokal sendiri sebenarnya mudah untuk menganalisisnya, karena pasti karakterisitknya sama,” ujarnya. Adang pun mengatakan bahwa pertama kita harus memiliki internet, untuk mencari tools-tools yang secara gratis bisa diunduh di beberapa situs.
Selain itu virus lokal juga bisa dilihat melalui list proses Windows melalui task manager, untuk melihat jenis file aneh yang running. Di samping itu kita juga bisa menganalisanya melalui registry tools (reg. edit).
“Untuk user yang lebih advanced ada 2 tools yang mungkin bisa digunakan yakni pack detection dan unpack program serta VB decompiler. Karena biasanya virus lokal berbasis VB,” tambahnya.
Adang pun menjelaskan setelah kita memiliki tools-tools tersebut, kita bisa mulai menganalisa dengan tahapan-tahapan yang sederhana:
  1. Pahami dulu jenis virus yang menyerang: Icon apa yang disamarkan serta ukurannya.
  2. Pahami karakteristik virus. Apakah membuat file duplikat, menyembunyikan file, menginjeksi file, atau menampilkan pesan tertentu.
  3. Pahami cara kerja virus: Apa yang diubah virus, apakah registry, file induk yang dibuat, atau fungsi windows yang diblok.
  4. Pahami penyebaran virus: Apakah melalui USB flash disk atau folder yang di share, karena biasanya virus lokal menyusup melalui 2 media tersebut.
  5. Siapkan beberapa tools yang digunakan.

8 Aturan Memakai Ponsel





Tampaknya saat ini, hampir semua orang tak bisa hidup tanpa ponsel. Pria atau wanita bisa menghabiskan waktu lama, bahkan hingga berjam-jam menelepon. Namun, di sisi lain gadget yang terus mengalami inovasi ini dituding sebagai salah satu ‘biang keladi’ penyebab kanker otak.
Meskipun anggapan tersebut masih simpang siur, menurut banyak ahli, tak ada salahnya Anda meminimalkan efek buruk dari ponsel. Simak 8 aturan agar aman menggunakan ponsel.
1. Anak usia di bawah 12 tahun sebaiknya tidak sering menggunakan ponsel. Minta si kecil untuk memakai telepon genggam untuk keperluan darurat saja.
2. Lebih baik kenakan perangkat hands free saat menelepon sesering mungkin, dibandingkan menempelkan ponsel di telinga Anda.
3. Jangan simpan ponsel di saku celana. Radiasi dari ponsel ditakutkan bisa mengganggu sirkulasi darah di bagian tengah dan bawah tubuh.
4. Usahakan tidak letakkan di dekat kepala Anda saat tidur.
5. Jangan memakai ponsel terlalu lama. Jikapun harus lama, sebaiknya gunakan alat hands free.
6. Sering-seringlah mengganti posisi telinga saat Anda menelepon.
7. Sebaiknya jangan menggunakan telepon di lokasi yang memiliki sinyal tidak stabil, atau di tempat yang bergerak. (misalnya di mobil).
8. Usahakan mengurangi frekuensi menelepon, dan lebih baik berkomunikasi lewat SMS.